Industri

Hambatan Industri Baja Terutama Akibat Minim Pasokan Energi dan Bahan Baku

Redaksi | Jumat, 13 Desember 2013 - 15:09:05 WIB | dibaca: 519 pembaca

Foto industri baja dari surabaya.china-consulate.org

KE - Kementerian Perindustrian mengungkapkan perkembangan industri baja dalam negeri terkendala oleh pasokan energi dan bahan baku. Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Benny Wachyudi mengatakan, pasokan energi dan bahan baku didalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan pasokan industri baja dalam negeri.

Alhasil, kata Benny, industri masih mengimpornya dari luar negeri, termasik bahan baku scrap. Padahal, dia mengatakan, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan bijih besi di Indonesia mencapai 1,7 miliar ton yang tersebar di Sumatera, kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
"Kita terus mendorong program hilirisasi industri mineral untuk meningkatkan daya saing industri baja," katanya dalam acara munas ke-II Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), di Jakarta, kemarin.

Sementara Ketua Umum IISIA Fazwar Bujang mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, industri besi dan baja nasional masih mengalami ketimpangan di hulu dan hilir. "Pertumbuhan pasar yang cepat, baik dari segi kuantitas maupun jenis, namun industri besi dan baja belim sekuat yang diharapkan. Kebanyakan industri baja di Indonesia masih lemah di hulu," ujarnya.

Fazwar juga meminta, agar peta industri besi baja nasional untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 untuk memperkuat struktur industri besi baja nasional. Karena itu, diperlukan alselerasi dan dukungan dari pemerintah, salah satunya melalui fasilitas perbankan dari sisi permodalan. Sedangkan di hilir, pemerinah perlu membuat kebijakan untuk mendorong masyarakat menggunakan produk besi dan baja dalam negeri.

Ketua Panitia Munas IISIA ke II Setiawan Surakusuma mengatakan, untuk bisa bersaing di pasar terbuka perlu peningkatan daya saing. Menurutnya, hal itu bisa diperoleh dengan memaksimalkan utilisasi kapasitas dari industri besi dan baja.

"Jika ada kebijakan pemerintah untuj mendorong pemakaian besi dan baja Indonesia dalam proyek dalam negeri akan meningkatkan utilisasi dan memberikan cost efficiency yang akhirnya meningkatkan daya saing, setidaknya di kawasan ASEAN," katanya.

Di 2012, kata dia, permintaan baja ditingkat nasional mencapai 13 juta ton per tahun. Artinya, jika di rata-rata konsumsi baja nasional adalah 40 kilogram per kapita per tahun. Angka ini masih sangat jauh dubandingkan dengan tingkat konsumsi baja di negara-negara maju yang rata-rata 600 kilogram perkapita pertahun.

Namun, dia bilang, asosiasi memproyeksikan konsumsi baja nasional akan meningkat menjadi 100 kilogram perkapita pertahun di 2020 nanti. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk indonesia 250 juta jiwa maka total konsumsi baja nasional saat 2020 adalah 25 juta ton pertahun. (FO/neraca.co.id)










Komentar Via Website : 8
cara mengobati darah tinggi
14 Desember 2013 - 08:58:16 WIB
informasi yang sangat bagus dan bermanfaat.
http://goo.gl/IZKYuz
cara mengobati darah tinggi
14 Desember 2013 - 08:59:13 WIB
informasi yang sangat bagus dan bermanfaat.
http://goo.gl/IZKYuz
obat batu ginjal
14 Desember 2013 - 09:26:23 WIB
oke thanks infonya http://goo.gl/kjeZSo
obat tradisional kanker darah
14 Desember 2013 - 10:13:10 WIB
artikelnya sangat menarik nih sob, http://goo.gl/AvZQyt
obat darah tinggi
14 Desember 2013 - 12:43:49 WIB
Menarik sekali..
Artikel yang Anda berikan sangat bermanfaat,,
salam sehat..
http://goo.gl/rV2B8I
obat batu ginjal
14 Desember 2013 - 14:11:57 WIB
oke thanks infonya http://goo.gl/wD8MXk
obat herbal jantung koroner
16 Desember 2013 - 10:05:36 WIB
terima kasih untuk semua informasinya :) http://goo.gl/mR0PlN
obat infeksi saluran kemih
19 Mei 2014 - 08:24:24 WIB
Terimakasih atas informasinya, semoga bermanfaat http://mysp.ac/K12O
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)