Listrik

PLN Putus Kontrak Tiga Kontraktor PLTU "Abal-Abal"

Redaksi | Jumat, 19 Juli 2013 - 21:47:07 WIB | dibaca: 798 pembaca

foto : tribunnews.com

KE - PT PLN (Persero) telah memutus tiga kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanah Air. Pemutusan kontrak tersebut dilakukan karena para kontraktor yang menggarap proyek tersebut menyatakan ketidaksanggupannya.

Ketiga kontrak tersebut adalah PLTU Atambua berkapasitas 4x7 megawatt, PLTU Bima berkapasitas 2x10 megawatt, sementara PLTU Gorontalo berkapasitas 2x25 megawatt.

"PLTU yang kontrak pemborongnya sudah diputus yaitu urutannya, PLTU Atambua, Bima, dan Gorontalo, supaya singkatannya gampang disebut `ABG`," tutur Direktur Utama PLN Nur Pamudji saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Setelah pemutusan  kontrak tersebut PLN langsung melakukan beberapa tindak lanjut agar pembangunannya tidak terbengkalai dalam waktu lama.

"Untuk yang di Gorontalo sudah ada pemborong penggantinya, sementara ada juga yang masih negosiasi seperti mungkin Atambua," jelas Nur Pamudji.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, pihaknya sudah mengantongi sistem penilaian investasi kontraktor.

"Jadi kontraktor-kontraktor itu sudah ada rapotnya, kalau rapotnya merah, akan kita blacklist. Sungguh-sungguh kami blacklist. Kami kirimkan surat, Anda tidak boleh lagi kerja sama dengan PLN," tegasnya.

Pemutusan kerja sama ini memiliki tingkatan variasi waktu yang berbeda dalam hitungan tahun. Dia berharap, tindakan tegas PLN tersebut dapat menjadi sinyal bagi para pemborong lain untuk lebih serius dalam menggarap kontrak kerjanya.

"Kalau sudah masuk blacklist, dia tidak akan dapat rezeki lagi dari PLN," pungkas Nur Pamudji. 

Teks : Agus S










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)