Pertambangan

Kendaraan Operasional Akan Dipasang RFID

Perusahaan Tambang Dilarang Keras Gunakan BBM Subsidi

Redaksi | Selasa, 04 Juni 2013 - 23:43:42 WIB | dibaca: 377 pembaca

Truk Tambang Batu Bara - foto : lensaindonesia.com

KE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menindak tegas pengusaha pertambangan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk kegiatan operasionalnya. Menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, pemerintah sedang memikirkan sanksi untuk perusahaan pertambangan yang menyelewengkan BBM subsidi untuk kegiatan operasionalnya.

Dia menjabarkan, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 1/2013 bahwa transportasi di sektor tambang minerba hanya diperbolehkan mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi guna menekan angka konsumsi di dalam negeri.

"Saya tekankan kepada perusahaan tambang baik itu mineral dan batu bara agar stop penggunaan BBM subsidi bagi angkutan transportasi produksinya. Saya sudah keluarkan kebijakan, tolong diimpelementasikan," tutur Wacik usai membuka 19th Annual Coaltrans Asia 2013 di Nusa Dua Provinsi Bali, Senin (3/6/2013).

Karenanya Jero memberi peringatan agar pelaku usaha bisa menaati aturan tersebut. "Saya minta kepada seluruh pelaku usaha pertambangan untuk menaati Permen ESDM No. 1/2013 dengan benar. Jangan lagi berusaha untuk curang dengan menggunakan BBM subsidi untuk kegiatan operasionalnya," tambahnya.

Meski begitu, Jero sadar kalau pihaknya tidak dapat terus menerus mengawasi seluruh perusahaan pertambangan. Karenanya, salah satu pentolan Partai Demokrat ini meminta kesadaran penuh dari pelaku usaha pertambangan.  Sebab, selama ini, sektor pertambangan kerap menjadi sorotan terkait penyelewengan BBM subsidi.

Pemerintah pun akhirnya mengeluarkan kebijakan yang melarang sektor pertambangan menggunakan BBM subsidi. Pemerintah lantas mewajibkan sektor pertambangan menggunakan bahan bakar nabati (BBN). Hal itu dilakukan untuk menghemat konsumsi BBM yang menjadi sumber energi primer perusahaan pertambangan.

Nah, demi memudahkannya maka kendaraan operasional perusahaan tambang akan dipasang pengendali konsumsi BBM (radio frequency identification/RFID). “RFID juga nanti akan dipasang di kendaraan operasional perusahaan pertambangan. Itu kan nanti jadi alat monitor dan pengendalian kami,” imbuh dia.

Teks : RT Hermansius










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)