Migas

Lelang 10% Saham Blok Masela

Perusahaan Migas Bakrie Kantongi Rp 3,1 Triliun Buat Bayar Utang

Redaksi | Jumat, 28 Juni 2013 - 19:45:54 WIB | dibaca: 461 pembaca

Seorang Pria Melintas di Kantor Bakrie Tower Jakarta/ foto : forsasnews.com

KE – Perusahaan Grup Bakire, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) lewat PT EMP Energi Indonesia telah menyelesaikan penjualan 10% kepemilikan hak pastisipasi (participating interest/PI) di Lapangan Abadi yang ada di Blok Masela PSC. Lego kepemilikan ini diserahkan kepada Inpex Masela Ltd dan Shell Upstream Overseas Services (I) Limited. Dengan nilai US% 313 juta atau sekira Rp 3,1 triliun.

Dalam keterangan resmi yang dirilis perseroan, Jumat (28/6/2013), Presdir Energi Mega, Imam P Agustino, menjelaskan, dana penjualan akan digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman sebesar 200 juta dollar AS dari Credit Suisse. Diharapkan dengan pelunasan itu bisa membantu mengurangi beban keuangan perusahaan. "Selain itu, dana juga digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan belanja modal untuk meningkatkan produksi dari aset-aset yang telah ada," ujarnya.

Menurut Imam, sehabis penjualan 10% saham di Blok Masela PSC, Energi Mega Persada masih punya 215 juta barrel ekuivalen cadangan 2P, dari sebelumnya lebih dari 500 juta barrel ekuivalen cadangan 2P. “Hal itu merepresentasikan rata-rata umur produksi minyak, yaitu lebih dari 15 tahun berdasarkan rata-rata produksi harian tahun 2012,” tunjuknya.

Produksi terakhirnya tertanggal 26 Juni 2013 sebesar 56.340 barrel ekuivalen per hari. Pada saat ini ENRG mengoperasikan 11 blok-blok minyak, gas, dan gas metana batu bara di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Indonesia. Perusahaan itu memproduksi migas sekitar 48.500 boepd sepanjang kuartal I 2013.  Dan, perseroan mengoperasikan 11 blok minyak, gas, dan gas metana batu bara (CBM) di wilayah Sumatera, Jawa dan kalimantan di Indonesia.

Penjualan ini tampaknya sebagai solusi akhir dalam peluanasan utang perseroan. Soalnya, total kewajiban Energi Mega Persada pada akhir tahun lalu mencapai US$ 1,38 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,5 triliun. Dari jumlah itu, sebesar 246,59 juta dollar AS akan jatuh tempo pada tahun ini.

Teks : RT Hermansius










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)