Listrik

Pemerintah Kurangi Prosedur Buat Konsumen

Redaksi | Jumat, 01 November 2013 - 13:01:51 WIB | dibaca: 332 pembaca

Ilustrasi./foto: republika.co.id

KE - Pemerintah berencana melakukan penyederhanaan prosedur waktu dan biaya bagi industri dan pelanggan rumah tangga untuk mendapatkan listrik. "Kami perbaiki prosedur dari dua jadi satu, cost-nya sebesar Rp 3,25 juta kami hapus," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jarman, dalam acara Coffee Morning bertema "Getting Electricity" di kantornya, Kamis (31/10/2013).

Jarman menambahkan, dasar hukum berupa Peraturan Menteri ESDM ini diharapkan sudah ditandatangani pada Desember 2013. Dengan begitu, pada tahun depan sudah dapat diberlakukan.
Kemudahan mendapatkan listrik saat ini menjadi salah satu indikator kemudahan berbisnis di Indonesia.

Berdasarkan survei Bank Dunia pada 2013, peringkat Indonesia untukgetting electricity berada di posisi 147 dari 185 negara. Jarman mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat, diperkirakan pertumbuhan kebutuhan listrik untuk industri dan rumah tangga pun meningkat. "Setelah ada pertemuan antara pemerintah, PLN, dan asosiasi, penyederhanaan prosedur waktu dan biaya ini perlu dilakukan," imbuhnya.

Direktur Teknis dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Agus Triboesono, menjelaskan prosedur mendapatkan listrik akan dipangkas dari yang awalnya 6 jenis menjadi tiga jenis saja. Waktu yang dialokasikan juga dipersingkat menjadi hanya 44 hari saja dari yang awalnya 102 hari. "Kami sepakat menghapus kewajiban sertifikat jaminan instalasi listrik (JIL) sekaligus menghapus biaya sebesar Rp 3,25 juta," tukasnya.

Tahun depan, pemerintah menargetkan penambahan 3,47 juta pelanggan baru. Sebanyak 3,2 juta di antaranya merupakan pelanggan baru dari kalangan rumah tangga, sisanya merupakan industri.

Teks: Andriani Dewi Sartika










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)