Energi Terbarukan

Mandatori BBN Merambah Pulau Kalimantan

Redaksi | Sabtu, 02 November 2013 - 13:56:38 WIB | dibaca: 613 pembaca

Ilustrasi./foto: bisnis.com

KE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) meninjau ke Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina dan PT Petro Andalan Niaga (PAN) di Balikpapan, Samarinda, Kalimantan Timur. Hal ini karena badan usaha niaga umum BBM diminta untuk melaksanakan mandatori pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) alias biodisel ke dalam BBM untuk menekan subsidi BBM yang semakin meningkat.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro,  peningkatan campuran BBN ke BBM sudah dituangkan dalam aturan sehingga wajib hukumnya hal tersebut dilakukan oleh badan usaha Jumat (1/11/2013) kemarin,.

Sehingga, mengenai mandatori ini sesuai dengan Permen ESDM No 25 Tahun 2013 mewajibkan badan usaha pemegang izin niaga BBM mencampur BBN sebagai bahan bakar lain dan menyediakan fasilitas pencampuran serta menjamin distribusi di dalam negeri. "Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2013 mewajibkan badan usaha pemegang izin niaga BBM mencampur BBN sebagai bahan bakar lain," ujarnya.

Selain itu peraturan tersebut juga mewajibkan badan usaha menyediakan fasilitas pencampuran serta menjamin distribusi di dalam negeri dan akan memberikan sanksi bagi yang tidak melaksanakannya."Badan usaha yang tidak melaksanakan aturan ini, akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Pemerintah terus mendorong Badan usaha niaga BBM melaksanakan mandatori tersebut tanpa terkecuali. "Akan didorong terus melaksanakan mandatori BBN. Jangan hanya PT Pertamina, tetapi semua badan usaha harus melakukan beban yang sama," ungkapnya.

Edy menjelaskan, bahwa dari hasil peninjauan tersebut, Pertamina dan PT PAN telah melaksanakan pencampuran BBN ke BBM dengan prosentase sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah yaitu 10% untuk BBM transportasi dan 5% untuk BBM industri.

Ditempat yang sama, Wisnu Riyanto dari pihak Pertamina Balikpapan menjelaskan, pihaknya melakukan pencampuran di mobil tangki. Jumlah biofuel yang dicampur berjumlah 60-70 kilo liter (kl) per hari atau sekitar 1.800-2.100 (kl) per bulan

Alhasil,  hasil peninjauanya di Balikpapan badan usaha penyedia BBM tersebut, telah melakukan percampuran seperti PT Pertamina dan PT Petro Andalan Niaga (PAN) telah melaksanakan pencampuran BBN ke BBM dengan prosentase sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah yaitu 10% untuk BBM transportasi dan 5% untuk BBM industri.

PT Pertamina Balikpapan melakukan pencampuran di mobil tangki. Jumlah biofuel yang dicampur berjumlah 60-70 kiloliter (kl) per hari atau sekitar 1.800-2.100 kl per bulan. PT PAN memiliki storage BBM yang berkapasitas 120 ribu kl. Setiap bulan, biofuel yang dicampur ke solar berjumlah 5.000 kl.

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, penggunaan biodiesel dapat menghemat pengeluaran atau cost produksi dari belanja bahan bakar. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 0219 K/12/MEM/2010 yang menyebutkan sebagai langkah untuk melakukan mandatori dan tindakan penghematan bagi pengunaan biodiesel campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Tentunya pada awalnya memang tidak semuanya berjalan lancar. Tetapi, kalau PLN sudah jelas bersedia dan yang lain wajib melaksanakannya, termasuk distributor Shell, Total dan lainnya," tutupnya.

Teks: Paulus Roberto










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)