Migas

KESDM Genjot Mobil Murah Dan Ramah Lingkungan

Redaksi | Senin, 23 September 2013 - 16:47:14 WIB | dibaca: 426 pembaca

KESDM Dorong Sosialisasi Pemerintah Pusat Tentang Produksi Mobil Murah dan Ramah Lingkungan (LCGC) di Tanah Air/ foto: sindonews.com

KE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung sosialisasi pemerintah pusat tentang kebijakan produksi mobil murah dan ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC) di Tanah Air.

"Solusi kami juga harapkan LCGC itu pakai gas ke depannya. Kalau bisa produsen LCGC sudah menyiapkan alat converter kit," kata Juru Bicara, Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman, di Jakarta, Senin (23/9/2013).

Dia mengungkapkan, mendukung program  pemerintah tentang Produksi LCGC ke depannya bagi konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Pasalnya, produksi LCGC merupakan kendaraan irit bahan bakar dengan spesifikasi mesin yang mampu menghemat pemakaian BBM. Namun, jika produk LCGC ini dapat memakai BBG, maka penghematan yang dihasilkan bakal jauh lebih maksimal.

"Produk LCGC memang hemat dan irit bahan bakar. Namun gas juga murah dan ramah lingkungan. Gas juga merupakan salah satu green bahan bakar," jelasnya.

Saleh menjelaskan saat ini,  masih minimnya penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) di sektor transportasi karena belum terbentuknya pasar atau penggunanya di dalam negeri. Misalnya saja, baru-baru ini pemerintah telah bekerja sama dengan TNI dengan memberikan converter kit bagi kendaraan operasional lembaga tersebut.

"Kendaraan dinas DKI Jakarta itu sudah diatur bahwa harus menggunakan BBG, Ini kembali ke market. Kami menduga karena kurangnya pemahaman masyarakat atas kelebihan BBG itu sendiri masih kurang," ungkapnya.

Menurut Saleh, Kementerian ESDM akan terus mengupayakan agar BBG bisa menjadi salah satu alternatif bahan bakar yang dipakai masyarakat. Pemerintah juga memastikan akan membenahi regulasi serta melakukan sosialisasi terkait penyerapan BBG di Tanah Air.

"Produsen kendaraan bermotor juga inginkan adanya kepastian regulasi soal adanya penggunaan BBG. Ini soal market. Kemudian sosialisasi mengenai lebih murah dan ramah lingkungannya BBG juga kami tingkatkan," ucapnya.

Seperti diketahui Kementerian ESDM tengah memfokuskan untuk menjalankan mandatoy penyerapan Bahan Bakar Nabati (BBN) ke BBM. Dengan demikian upaya untuk terus melakukan penghematan BBM bersubsidi juga dapat optimal ke depannya.

Teks: Paulus Roberto










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)