Migas

ConocoPhillips Tentukan Nasib PSC South Jambi B

Redaksi | Sabtu, 02 November 2013 - 15:50:36 WIB | dibaca: 568 pembaca

Ilustrasi./foto: suarapengusaha.com

KE – ConocoPhillips dan para  mitranya tengah mengevaluasi berbagai opsi untuk menentukan langkah-langkah terkait dengan masa depan mereka di PSC South Jambi B.

Di PSC South Jambi B yang berlokasi di Sumatera Selatan ini , ConocoPhillips menjadi operator dengan kepemilikan saham 45 persen sementara mitranya, PetroChina menguasai 30 persen dan Pertamina 25 persen. PSC ini diberikan pada 1990 dan akan habis masa pengelolaannya pada 2020.

“Produksi di lapangan-lapangan yang sedang berproduksi telah sangat berkurang sehingga pengembangannya ditunda. ConocoPhillips dan para mitranya tengah mengevakuasi berbagai opsi terkait dengan masa depan PSC tersebut,” kata perusahaan dalam laporan kinerja kuartal ketiganya.

Mengenai Blok Palangkaraya, ConocoPhillips juga melaporkan bahwa pihaknya telah menerima persetujuan Pemerintah Indonesia atas kesepakatan farm-in yang sebelumnya diumumkan untuk mengakuisisi saham partisipasi di Blok Palangkaraya.

Blok ini menempati lahan seluas 1,9 juta acre dan berlokasi di area eksplorasi perbatasan di Kalimantan Tengah.

sedangkan permasalahan PSC Warim, pada Mei 2013 ConocoPhillips menandatangani amendemen PSC ini yang memungkinkan perusahaan dan para mitranya untuk meneruskan aktivitas eksplorasi dalam lima tahun ke depan. Jika ternyata ada penemuan komersial, perusahan akan meneruskan aktivitas pengembangan dan produksi sampai 2032.

Penyerahan blok eksplorasi PSC Warim yang terletak di daratan Papua ini ditandatangani pada 1987.ConocoPhillips telah berada di Indonesia sejak lebih dari 40 tahun lalu. Saat ini perusahan mengoperasikan 4 PSC termasuk satu blok lepas pantai, yaitu Blok Natuna Sea B, dan tiga PSC blok daratan yaitu PSC Blok Corridor, PSC South Jambi B dan PSC Warim.

Teks: Andriani Dewi Sartika










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)